Review dan Kenapa Samsung J2 Prime dibully

Review dan Kenapa Samsung J2 Prime dibully - Samsung J2 Prime series merupakan perangkat yang dihadirkan oleh Samsung untuk pasar di Indonesia.

Kebetulan jenis smartphone ini merupakan smartphone pertama yang admin gunakan, sehingga pastinya admin lebih tahu dari orang yang belum memakainya.

Mungkin juga, dari review ini, bisa jadi sebagai bahan pertimbangan bagi Kamu yang ingin atau sedang mencari tahu apa kelebihan atau kekurangan smartphone ini.


Samsung J2 Prime

Admin membeli HP Samsung Galaxy J2 Prime ini di salah satu toko di daerah tempat tinggal admin.

Di dalam dus kemasan dari smartphone ini berisi kepala charger (adaptor), kabel USB, kartu garansi, earphone, satu buah baterai, dan pastinya hape itu sendiri.

Menurut referensi yang admin baca kalau dari segi fisik, sekilas desain bagian depan dari hape ini mirip-mirip dengan hape Samsung Galaxy Y Duos generasi pertama.

Hanya saja, hape ini nampak memiliki sebuah lampu flash di bagian depan yang terletak di atas layar. Selebihnya, ia tampil tak jauh beda dengan hape yang dimaksud tadi, lengkap dengan tombol home fisik khas Samsungnya.

Jujur saja ya, pertama kali membeli hape tersebut, tidak terlalu memikirkan soal desainya, admin lebih memikirkan apakah HPnya bisa digukan hehe.

Hape ini belum dilapisi dengan pelindung, sehingga harus beli pelindung layarnya dan kondom hapenya biar gak kotor atau kalau jatuh biar lebih aman.

Bagian belakang Samsung Galaxy J2 Prime terbuat dari bahan semacam plastik berpola yang mirip dengan milik Galaxy S5, dan covernya ini juga sangat mudah kotor ketika dipegang jadi memang harus beli lagi pelindung layarnya.

Tapi, secara keseluruhan, hape ini terbilang nyaman untuk digenggam.

Ukurannya yang tergolong agak kecil (layar 5.0 inch) membuatnya mudah untuk digunakan dengan penggunaan satu tangan.

Di bagian belakangnya itu kita akan menemukan sebuah kamera yang agak menonjol dan memiliki list atau frame dengan finishing chrome, serta lampu LED flash dan juga lubang speaker di sisi kiri dan kanan kameranya.

Cover belakangnya bisa dilepas dan baterainya juga bisa dilepas.

Dibalik covernya, kita bisa menemukan dua slot kartu micro SIM dan juga slot microSD yang terpisah.

Kedua SIM nya ini sudah bisa terkoneksi di jarinya 4G LTE yaa. Sementara untuk tombol volume diletakkan di sebelah kiri, dan tombol power di sebelah kanan.

Bagian atas terdapat lubang jack audio 3.5mm, sementara di bagian bawah ada port microUSB v2.0 untuk charging.

Kembali ke tujuan inti saya membeli hape, yaitu hanya untuk membantu urusan kerjaan gitu, jadi yang pertama dicari tahu itu masalah apakah support jaringam 4G dan aplikasinya apakah bisa berkomunikasi secara lancar.

Kalau dilihat sekilas, hape ini nampak tak memiliki banyak aplikasi bawaan. Namun kalau dilihat lebih dekat, ternyata beberapa aplikasi bawaan yang disimpan dalam folder untuk membuatnya seolah-olah hanya membawa sedikit aplikasi.

Disini, kita bisa menemukan beberapa aplikasi dasar seperti kontak, gallery, kamera dsb. Sebagai tambahan, Samsung juga telah memberikan “bonus” aplikasi dari Microsoft termasuk Word, Excel, PowerPoint, OneDrive, OneNote, dan Skype.

Dan tentu saja, aplikasi Google juga ada dong! Plus, aplikasi dari Samsung sendiri juga sudah terinstal pada smartphone dengan bentang layar 5.0 inch ini.

Sebagian besar diantaranya mungkin bakal berguna, tapi beberapa yang lain kemungkinan hanya akan dibuka oleh pengguna sekali atau dua kali saja.

Salah satu apps bawaan Samsung yang sering admin pakai adalah Samsung Notes untuk mencatat beberapa informasi yang penting, misal tanggal berapa saja saya sudah ganti oli motor hehe.

Sebuah fitur untuk mendukung performa atau mengatur perawatan perangkat juga sudah disediakan oleh Samsung pada smartphone ini, yang artinya bakal menjadi poin plus lain bagi hape low-end ini.

Fitur Device maintenance ini bakal sangat berguna bagi kita untuk memantau “kesehatan” perangkat, mulai dari baterai, penyimpanan, RAM, hingga keamanan terhadap program jahat.

Fitur ini bakal sangat membantu dan saya cukup sering memanfaatkan fitur ini untuk membersihkan data tak terpakai yang tersimpan di hape.

Yang terakhir, aplikasi bawaan yang (mungkin) juga bakal berguna adalah aplikasi Secure Folder (Folder aman).

Samsung Galaxy J2 Prime dibekali dengan chipset MediaTek MT6737T yang punya CPU Quad-core 1.4GHz Cortex-A53 64-bit, GPU Mali-T720MP2, serta dukungan RAM 1.5GB.

RAM nya yang tergolong tanggung tersebut dapat bekerja dengan baik dan mampu memberikan pengalaman berpindah apps yang mulus.

Tapi, karena keterbatasan kapasitasnya itu, terkadang beberapa aplikasi harus dibuka atau dimuat ulang khususnya ketika mencoba untuk membuka dan me-minimize lebih dari 4 aplikasi.

Harap maklum, gejala lemot ketika mencoba menggunakannya untuk ber-multitasking hampir tidak terasa.

Ini juga yang jadi alasan Kenapa Samsung J2 Prime dibully.

Hal yang paling bisa dibanggakan dari hape ini selain tentunya brand “Samsung” nya adalah bagian baterai.

Untuk hape dengan layar 5.0 inch, kapasitas baterai 2600 mAh memang tergolong besar banget. Apalagi resolusi layarnya cuma qHD, plus menggunakan prosesor hemat daya.

Sementara untuk pengisian daya baterainya, Samsung membekali hape ini dengan adapter daya dengan output 5.0V – 1A.

Pengisian daya dari sekitar 10% ke 100% dalam keadaan hape dimatikan atau dinyalakan sama-sama membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam 40 menit.

Kesimpulan dari admin:

Hape ini ringan untuk dipakai jika hanya sekedar bersosial media, tetapi tidak cocok dipakai buat kerja. Kalau menurutmu bagaimana? Berikan komentarmu!

Berikut ini adalah harga terbaru dari Samsung Galaxy J2 berdasarkan hasil pencarian di Shopee.

Harga Rp 1.250.000

Cek di Shopee

Posting Komentar untuk "Review dan Kenapa Samsung J2 Prime dibully"